Cara Mengajari Anak Mengeja dan Membaca dengan Nyaman

Cara Mengajari Anak Mengeja dan Membaca dengan Nyaman

Metode pembelajaran membaca tanpa ejaan sangat berbeda dengan metode pembelajaran membaca yang ada. Materi buku ini telah dirancang dengan sempurna, setiap suku kata dan kata di dalamnya telah diuji untuk secara efektif membuat anak-anak lancar membaca dengan cepat.

Bimbingan yang diberikan orang tua sangat penting untuk mengembangkan keterampilan membaca sejak dini. Hal ini juga sangat menentukan kemampuan membaca anak di masa depan. Sebagai orang tua, Anda mungkin memiliki tips dan trik untuk mengajari anak Anda membaca. Jika belum, kali ini Gramedia akan memberikan beberapa tips untuk Anda para orang tua yang ingin mengajarkan membaca kepada anak Anda.

1. Melatih anak membaca kata secara utuh

Cara mengajari anak membaca tanpa mengeja mungkin terdengar sulit ya, Bu. Pada awalnya anak mungkin juga mengalami kesulitan, sehingga ia harus mengeja terlebih dahulu.

Di sini, ibulah yang harus rajin dan pantang menyerah untuk melatih anaknya agar bisa membaca tanpa mengeja. Ajarkan anak dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakternya, maka lama kelamaan mereka akan mulai lancar membaca. Inilah cara mengajarkan anak cepat membaca yang terbaik.

Semakin sering anak membaca dengan kata lengkap tanpa ejaan, tentunya anak akan semakin mahir membaca. Latih anak Anda secara rutin dengan metode ini setelah mengetahui tentang huruf dan suku kata agar anak lebih mahir dalam membaca. Dengan anak yang mahir membaca, berarti anak juga akan mudah menyerap ilmu dari mana saja, terutama membaca.

2. Bacakan buku untuk anak secara teratur

Kebiasaan tidak terjadi begitu saja dan pasti membutuhkan waktu yang lama untuk prosesnya. Ini juga akan sangat membantu bagi orang tua yang ingin mengajari anak-anak mereka membaca.

Jika anak Anda masih belum bisa mengenali huruf, Anda bisa membacakan buku untuk anak Anda setiap malam sebelum tidur. Kebiasaan ini juga bisa menjadi alternatif dalam mengajarkan anak membaca. Cara termudah untuk mengajari anak membaca adalah dengan membacakan dongeng untuk mereka.

Menurut Australasian Journal of Early Childhood, membacakan dongeng untuk anak-anak dapat meningkatkan pengetahuan dan memori mereka serta membuka potensi kreatif mereka. Saat Anda membacakan buku dongeng untuk anak Anda, ia akan penasaran. Selain itu juga mengajarkan anak untuk saling percaya, memberikan pendapat, dan bertanya. Pengembangan minat baca harus dimulai sedini mungkin untuk membiasakan aktivitas dan berinteraksi dengan orang dewasa nantinya.

Baca Juga :  Trauma pada Anak-Anak bisa jadi Faktor Risiko Social Anxiety Disorder

Membacakan buku kepada anak secara rutin tidak hanya mengajarkan mereka membaca, tetapi juga mempererat bonding antara orang tua dan anak. Saat membacakan cerita, anak-anak biasanya berbaring di pangkuan mereka atau di pelukan orang tua mereka. Kebiasaan ini akan mempererat hubungan antara orang tua dan anak-anaknya.

Oleh karena itu, sebaiknya orang tua meluangkan waktu di malam hari untuk membacakan buku kepada anak-anaknya. Selain itu, pastikan membaca buku sebelum tidur menjadi rutinitas sehari-hari. Sebab, pada malam hari, anak-anak pasti lelah dan tidak tahan untuk tidur.

Rutinitas membaca ini akan membuatnya lebih tenang dan membantunya lebih rileks. Ini bisa menjadi salah satu cara mengajarkan anak membaca sejak dini.

3. Belajar Membaca Menggunakan Lagu

Ada cara lain untuk mendapatkan perhatian anak Anda sehingga mereka bisa berlatih membaca. Yaitu menggunakan lagu. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk menikmati membaca tanpa mengetahui bahwa mereka sedang belajar.

Seperti dilansir laman Children’s Development Information, anak-anak bisa menyanyikan kata-kata pertama yang mereka pelajari. Namun, Anda dapat dengan mudah beralih ke pendekatan suara (mengenali hubungan antara huruf dan suara) sehingga Anda dapat mengidentifikasi huruf-huruf yang membentuk suara yang dinyanyikan anak-anak.

Mengajarkan anak membaca dengan kegiatan yang menyenangkan merupakan langkah yang baik untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis untuk mempersiapkan anak agar lebih lancar membaca.

4. Ciptakan Ruang Baca yang Nyaman

Cara mengajari anak membaca tidak hanya dengan memilih buku yang tepat dan membuat alternatif lain dengan permainan dan teknologi, tetapi juga dengan menyediakan ruang baca yang nyaman dan pojok baca yang nyaman.

Hal ini juga dilakukan agar anak lebih fokus saat membaca. Kini, suasana tenang dan nyaman yang dipenuhi buku akan menginspirasi pojok baca favorit anak-anak.

Baca Juga :  Ayo Cermati 6 Cara Ini Agar Keluarga Kondusif di Tengah Pandemi

Anda bisa menyediakan kursi yang nyaman dengan lemari dengan buku-buku yang tertata rapi. Suasana nyaman ini membuat membaca semakin menyenangkan bagi anak-anak. Hindari membaca di ruang TV karena volumenya akan terlalu keras dan akan mengalihkan perhatian anak Anda.

5. Membaca Suku Kata yang Bervariasi

Tips selanjutnya adalah menemukan kata dengan suku kata yang bervariasi untuk mengajari anak membaca dan mengenalkan mereka pada variasi suku kata.

Misalnya seperti bola, bu-ku, pa-pi, ma-mi, cu-ka, dan sebagainya. Pada tahap ini, Anda tidak boleh memperkenalkan anak Anda pada suku kata yang berakhiran konsonan. Tujuannya agar mereka menguasai tahap ini terlebih dahulu. Jika anak masih kesulitan memahaminya, coba ajarkan terlebih dahulu sampai ia terbiasa dan mengerti suku kata, seperti:

ba, ca, da, fa, ga, dan seterusnya
bi, ci, di, fi, gi, dan seterusnya
bu, cu, du, fu, gu, dan seterusnya
be, ce, de, fe, ge, dan seterusnya
bo, co, do, fo, go, dan seterusnya

6. Memperkenalkan dan mengajarkan konsonan

Pastikan anak sudah menyelesaikan tahap ketiga sebelum memasuki tahap keempat cara mengajari anak membaca ya Bu. Pada tahap ini, ibu sudah bisa mengenalkan dan mengajarkan konsonan kepada anak. Cara mengajari anak membaca adalah dengan mengenalkan huruf seperti “ny”, “ng”, dan sejenisnya.

7. Mengajar Suku Kata

Mengajarkan suku kata kepada anak juga penting dalam proses belajar membaca. Jika anak Anda sudah menguasai dan mengenali huruf, ajak dia untuk menghafal suku kata. Biarkan anak menghafal suku kata dari konsonan B sampai Z, diikuti dengan vokal a, i, u, e, o. Contoh: ba, bi, bu, be, bo to za, zi, zu, ze, zo. Biarkan dia menghafal dan terbiasa dengan suku kata. Meski masih hapal dan belum bisa membaca, setidaknya anak sudah paham sedikit tentang suku kata dan nantinya bisa membantunya membaca lebih lancar.

8. Pilih Buku Yang Disuka Anak

Tips mengajari anak membaca adalah memilih pembaca yang disukai. Jika anak Anda mengenali huruf dan dapat mengucapkan beberapa kata tanpa kelancaran, Anda dapat mencoba metode ini.

Baca Juga :  Cara dan Terobosan Mengajarkan Anak Perkalian di Rumah

Mengajarkan anak membaca buku bisa menjadi kunci untuk membuka pintu pembelajaran dalam kehidupan mereka, seperti dilansir laman University of Rochester Warner School of Education.

Membaca dengan cermat dapat menjadi sumber informasi yang menyenangkan, menyenangkan, dan menarik bagi anak. Untuk melakukan ini, ada baiknya memilih buku yang disukai anak-anak. Jika anak Anda menyukai buku yang mereka pilih, akan lebih mudah untuk mengajari mereka membaca. Namun, awasi semua buku yang dipilih anak Anda.

Saat memutuskan apakah akan membaca buku dongeng atau buku nonfiksi, disarankan untuk terlebih dahulu memeriksa daftar isi buku tersebut. Jika anak Anda memilih buku non-fiksi, Anda juga harus memeriksa keakuratan informasi yang dikandungnya. Sebaiknya pilih buku yang selalu update dengan informasi agar anak juga bisa mendapatkan ilmu terbaru.

Tips Menerapkan Teknik Tanpa Ejaan

Agar berhasil menerapkan cara mengajari anak membaca dengan teknik tanpa ejaan, diperlukan tips khusus, Bu. Berikut tipsnya:

Ajari anak sambil bermain bersama

Ciptakan waktu belajar sambil bermain agar suasana terasa menyenangkan dan tidak cepat membuat anak bosan. Tips ini juga akan berguna dalam cara belajar membaca anak TK.

Batasi waktu

Jika Anda belajar terlalu lama, anak Anda mungkin merasa bosan. Untuk itu, sebaiknya batasi waktu belajar dan tingkatkan frekuensinya secara perlahan. Misalnya sehari hanya satu jam, kemudian minggu berikutnya satu jam dengan dua sesi sehari, dan seterusnya. Ini juga salah satu cara mengajarkan anak membaca cepat.

Sesuaikan dengan suasana hati anak

Tidak akan ada yang mau belajar saat suasana hatinya sedang buruk, Bu, terutama anak-anak. Cara mengajari anak membaca saat ia senang dan bersemangat, hasilnya akan lebih baik daripada saat ia lesu dan lelah. Anak juga perlu diajari mengenai ilmu menabung untuk bekal di hari tua.

Demikian pembahasan Cara Mengajari Anak Mengeja dan Membaca dengan Nyaman.

About the Author: admin

You May Also Like