Faktor Penyebab Bullying Anak

Faktor Penyebab Bullying Anak

 

Bullying pada anak sudah sering terjadi, hal ini karena ada banyak faktor yang menyebabkan anak melakukan bullying. Kenali faktor apa saja penyebab bullying dan orang tua harus waspada sering memperhatian perilaku anak. Biasanya masalah ini bisa mengakibatkan hubungan dengan orang tua menjadi buruk.

Bullying merupakan salah satu tindakan yang agresif biasa dilakukan secara fisik dan verbal. Dimana perilaku atau tindakan ini bisa menyebabkan korban mengalami trauma karena tidak nyaman. Bahkan selain itu, korban juga terkadang mendapatkan luka-luka akibat tindakan bullying ini.

Faktor Penyebab Bullying Anak

Bullying termasuk salah satu tindakan yang sangat berbahaya, karena selain bisa melukai fisik juga membuat korban memiliki trauma yang mendalam. Oleh karena itu kita perlu mengajarkan anak agar tidak membully temannya atau orang lain. Untuk mengatasinya, kita perlu mengetahui apa saja faktor penyebab bullying pada anak.

Pernah Melihat dan Merasakan Kekerasan

Seseorang atau anak yang pernah melihat secara langsung kekerasan maka biasaya akan mengingatnya sepanjang masa. Apalagi, anak yang merasakan kekerasan juga bakal mengalami trauma dan luka-luka terhadap fisik jika terlalu berlebihan. Selain menimbulkan rasa trauma, biasanya orang atau anak akan melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Adapun faktor internal seperti di keluarga, jika kamu pernah melihat melakukan bullying perlu memberikan arahan. Maksudnya adalah kita tidak boleh langsung menghakimi namun harus tahu terlebih dahulu duduk permasalahan kemudian memberikan bimbingan. Karena jika tidak segera, ini akan menjadi dampak buruk untuk ke depannya.

Orang Tua Permisif

Faktor penyebab anak melakukan bullying kedua adalah orang tua terlalu memanjakan anak. Biasanya mereka memiliki sifat yang permisif berarti selalu mengizinkan. Bisa dikatakan, apapun yang anak inginkan dan dilakukan orang tua selalu mengiyakannya.

Baca Juga :  Efek Bullying Pada Anak

Untuk mengatasinya, kita perlu sedikit aturan yang bisa membuat anak itu mengerti mana yang baik dan benar. Karena faktor bullying juga bisa datang karena tidak ada larangan atau peraturan dari keluarga. Sehingga hal tersebut bisa di salah artikan oleh anak bahwa mereka bisa melakukan apapun termasuk perundungan di luar rumah.

Anak Kurang Komunikasi dengan Orang Tua

Komunikasi adalah salah satu hal yang paling penting dalam apapun. Karena jika kita tidak memiliki hubungan atau jarang ngobrol bareng secara tidak langsung bisa menjadi dampak buruk. Pasalnya, jika komunikasi buruk terhadap orang tua, maka ini bisa membuat anak melakukan bullying.

Ada yang mempercayai bahwa jika kita memiliki hubungan komunikasi baik terhadap orang tua bisa menimbukan rasa kasih sayang dan empati kepada orang lain. Sehingga dengan ini anak tentu tidak akan melakukan pembullyan kepada siapapun karena anak sudah bisa belajar menghargai satu sama lain.

Saudara Kandung Abusif

Selain orang tua, ternyata saudara ini bisa menyebabkan risiko anak melakukan bullying. Saudara kandung yang memiliki sifat abusif biasanya cenderung akan menirunya. Secara alam bawah sadar Anak akan mengikuti perlakukan saudara yang sering melakukan kekerasan fisik.

Faktor terjadinya bullying ini jika dalam keluarga anak tidak memiliki kemampuan untuk bisa membalas perilakunya. Oleh karena itu, terkadang anak lebih suka melampiaskan di luar rumah. Jadi tidak heran jika anak melakukan bully atau kekerasan terhadap orang lain karena meniru saudara kandung yang abusif.

Kebiasaan Mencemooh Orang Lain

Kebiasaan mencemooh orang lain sifat yang perlu dihindari oleh anak karena ini faktor terjadinya bullying. Pasalnya melakukan tindakan bullying tidak hanya secara fisik saja, namun melalui perkataan pun bisa membuat mental orang menjadi down.

Baca Juga :  Efek Bullying Pada Anak

Memanfaatkan Fisik untuk Mengintimidasi

Memiliki tubuh besar dengan fisik yang kekar, anak biasanya salah memanfaatkannya untuk sesuatu yang buruk. Seperti melakukan bullying agar bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Namun yang paling sering kita jumpai adalah mereka selalu menindas anak-anak yang notabene nya lemah atau tidak percaya diri/kurang nyali.

Tidak Percaya Diri

Seperti yang sudah pernah kami singgung, seseorang anak yang tidak percaya diri bisa menjadi target atau korban perundungan. Oleh karena itu, anak perlu kita kasih motivasi arahan dan bimbingan agar selalu memiliki kepercayaan diri lebih dibandingakn orang lain. Karena tidak percaya diri menjadi faktor penyebab bullying yang sering kita temui.

Dampak Buruk Bullying

Adapun dampak buruk bullying yang wajib untuk diketahui, antara lain :

  1. Bisa mengalami masalah psikologis
  2. Bisa mengalami masalah fisik
  3. Gangguan tidur
  4. Pikiran untuk bunuh diri
  5. Tidak bisa menyatu dengan orang sekitar
  6. Gangguan prestasi
  7. Sulit percaya dengan orang lain

Itulah beberapa dampak buruknya, lantas bagaimana cara mengatasinya agar anak tidak menjadi pembuly?

Cara Mencegah Anak Menjadi Pembully

Bullying memiliki dampak buruk baik untuk korban maupun pelaku, oleh karena itu kita perlu mengatasinya masalah yang sampai saat ini masih terjadi. Berikut adalah cara mencegah anak menjadi pembully.

Menanggapi dengan Serius

Sebagai orang tua kita perlu memberikan arahan kepada anak dengan memberitahu bawah perilaku bullying sangat lah buruk. Jika perlu kasih konsekuensi apabila anak melakukan pembully-an terhadap orang lain. Hal ini bisa mencegah anak menjadi pembully di manapun termasuk sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Mengajarkan Sopan Santun dan Berperilaku baik

Mengajarkan anak sopan dan memperlakukan orang dengan baik adalah salah satu yang bisa mencegah anak menjadi pembully. Dengan menumbuhkan rasa empati tentu bakal membuat anak menjadi lebih menghargai satu sama lain. Sehingga anak tidak akan mengejek orang lain dalam hal apapun seperti agama, ras, budaya, penampilan, status ekonomi dan sebagainya.

Baca Juga :  Efek Bullying Pada Anak

Memperhatikan Pergaulan Anak

Penting bagi orang tua untuk selalu kontrol siapa pergaulan anak baik di sekolah maupun di luar sekolah. Jika pergaulan nya kurang baik, orang tua harus menasehatinya dan memberikan contoh bagaimana pergaulan yang positif bukan sebaliknya. Karena andai kata pergaulannya suka membully, anak akan secara otomatis ikut tersulut dalam pergaulannya.

Menjaga Komunikasi Anak dengan Terbuka

Orang tua harus bisa lebih dekat dengan anak dibandingkan orang lain terutama menjaga baik dalam hal komunikasi. Dari pendekatan ini tentu akan menguntungkan orang tua karena bisa mengetahui bagaimana perasaan anak dan lebih memahaminya. Kemudian orang tua bisa membantu mengatasi masalah dengan sesuatu yang positif.

Menjadi Contoh yang Baik

Anak biasanya cenderung selalu mencontoh orang dewasa terutama dari keluarganya sendiri. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang paling utama harus bisa menjadi teladan baik. Seperti contoh menunjukkan perilaku yang baik seperti sopan, menghargai orang, dan sebagainya. Dengan begitu, secara tidak langsung anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang terdekat.

Nah, itulah diatas yang bisa kami ulas pada kesempatan kali ini tentang mengenal faktor penyebab bullying dan mencegah anak menjadi pembully. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kita untuk mengajak anak tidak melakukan bullying atau perundungan.

Kolom Komentar

About the Author: admin

You May Also Like