Inilah Pengembangan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Yang Sering Digunakan

admin

pengembangan model pembelajaran problem based learning
pengembangan model pembelajaran problem based learning

Komnasanak – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, berbagai model pembelajaran terus dikembangkan.

Salah satu model pembelajaran yang semakin mendapat perhatian adalah Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah.

Artikel ini akan membahas pengembangan model pembelajaran PBL, bagaimana model ini dapat menguntungkan siswa, dan bagaimana penerapannya dapat ditingkatkan.

Mengapa Perlu Pengembangan Model PBL?

Walaupun PBL telah ada selama beberapa waktu dan telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, pengembangan model PBL terus dilakukan. Ada beberapa alasan mengapa pengembangan ini penting:

  1. Beragamnya Materi Pelajaran: PBL tidak hanya berlaku untuk mata pelajaran tertentu. Model ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan, mulai dari ilmu alam hingga ilmu sosial. Oleh karena itu, perlu ada pengembangan model PBL yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.
  2. Teknologi dan Akses Informasi: Perkembangan teknologi dan akses mudah ke informasi telah mengubah cara siswa memperoleh pengetahuan. Pengembangan model PBL perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
  3. Kebutuhan Kemahiran Abad ke-21: Dunia saat ini menghargai kemahiran seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi. PBL adalah model pembelajaran yang mendorong perkembangan kemahiran ini, dan pengembangan model PBL dapat mempertimbangkan lebih lanjut bagaimana melatih siswa untuk kemahiran abad ke-21.

Langkah-langkah Pengembangan Model PBL

Pengembangan model PBL yang efektif memerlukan langkah-langkah yang cermat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Menentukan Tujuan Pembelajaran yang Jelas

Langkah pertama adalah menentukan tujuan pembelajaran yang jelas. Apa yang ingin dicapai melalui model PBL ini? Tujuan ini harus sesuai dengan kurikulum dan mempertimbangkan kemahiran dan pengetahuan yang ingin dikembangkan oleh siswa.

2. Identifikasi Masalah yang Relevan

Pilih atau buat masalah yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Masalah ini harus memerlukan pemikiran kritis, penelitian, dan pemecahan masalah. Pastikan masalah tersebut juga sesuai dengan konteks mata pelajaran.

3. Desain Skenario Pembelajaran

Buat skenario pembelajaran yang menguraikan bagaimana siswa akan terlibat dalam pemecahan masalah. Skenario ini harus menggambarkan langkah-langkah yang harus diambil siswa dalam menyelesaikan masalah.

4. Identifikasi Sumber Daya

Identifikasi sumber daya yang diperlukan oleh siswa untuk menyelesaikan masalah. Ini dapat mencakup buku teks, sumber online, atau sumber daya manusia seperti ahli yang dapat diwawancarai.

5. Pembentukan Kelompok

Siswa perlu dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil. Kelompok ini akan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah. Pastikan kelompok-kelompok ini beragam untuk mendorong kolaborasi.

6. Fasilitasi Pembelajaran

Guru berperan sebagai fasilitator dalam PBL. Mereka memberikan bimbingan awal, mendukung siswa dalam mencari sumber daya, dan mengawasi proses pembelajaran.

7. Evaluasi

Pengembangan model PBL juga harus mempertimbangkan bagaimana siswa akan dievaluasi. Apa jenis penilaian yang akan digunakan untuk mengukur pemahaman dan kemahiran mereka?

Also Read

Bagikan:

Tinggalkan komentar