Struktur Dasar Kurikulum Merdeka Paud, SD, MTS, SMA/MA Dsb

admin

Struktur Kurikulum Merdeka
Struktur Kurikulum Merdeka

Komnasanak – Dalam setiap kurikulum memiliki struktur atau tatanan tahapan yang wajib di ketahui oleh guru seperti kurikulum merdeka.

Dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, penting bagi guru atau tenaga pengajar untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang hal-hal terkait kurikulum ini. 

Salah satu hal yang perlu diketahui oleh guru adalah struktur Kurikulum Merdeka. Apa yang dimaksud dengan struktur Kurikulum Merdeka?

Kesempatan kali ini kami akan membahas tentang struktur dari Kurikulum Merdeka sampai tuntas.

Apa itu Struktur Kurikulum Merdeka?

Pengertian Struktur Kurikulum Merdeka merupakan pola dan ketentuan dari unsur-unsur yang ada dalam Kurikulum Merdeka. Struktur ini didasarkan pada tiga hal, yaitu kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, dan karakter Pancasila.

Selain itu, Kurikulum Merdeka juga memiliki beberapa prinsip pengembangan struktur yang terdiri dari poin-poin berikut ini:

  1. Struktur Kurikulum Minimum

Struktur kurikulum minimum adalah struktur yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun dalam satuan pendidikan ini bisa mengembangkan program lainnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut terdapat tambahan sesuai dengan visi, misi, dan sumber daya yang telah dimiliki.

  1. Otonomi

Kurikulum ini memberikan kebebasan dan kemandirian kepada satuan pendidikan dan guru dalam merencanakan proses dalam materi pembelajaran yang sesuai. Dimana materi tersebut memiliki konteks dan relevan pada Kurikulum Merdeka.

  1. Sederhana

Perubahan pada kurikulum sebelumnya seperti pada Kurikulum tahun 2013 dilakukan dengan sedikit perubahan. Tetapi tetap bahwa dalam perubahan tersebut memiliki dampak yang signifikan. 

Tujuan, arah perubahan, dan desain pembelajaran dalam kurikulum ini juga disusun dengan jelas, sehingga mudah dipahami oleh sekolah dan semua pihak yang terlibat.

  1. Gotong Royong

Kolaborasi puluhan institusi, termasuk Kementerian Agama, universitas, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya, telah menghasilkan pengembangan kurikulum dan perangkat ajar.

Struktur Kurikulum Merdeka bervariasi untuk setiap jenjang pendidikan yang ada. Berdasarkan aturan resmi yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, berikut adalah struktur Kurikulum Merdeka sesuai dengan jenjang pendidikan.

Struktur Kurikulum Merdeka Belajar PAUD

Struktur Kurikulum Merdeka pada PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA), terdiri atas 2 bagian antara lain:

  1. Kegiatan pembelajaran dalam kurikulum sekolah

Kegiatan pembelajaran dalam kurikulum sekolah dirancang untuk membantu anak-anak mencapai kemampuan yang diharapkan dalam Capaian Pembelajaran. Capaian Pembelajaran PAUD terdiri dari fase fondasi yang merupakan dasar dari pembelajaran.

  1. Projek Peningkatan Identitas Pelajar Pancasila

Peningkatan identitas pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dengan mempertimbangkan tradisi lokal, hari besar nasional, atau internasional. Projek ini akan dilaksanakan sebanyak 1 hingga 2 kali dengan tema yang berbeda di PAUD dalam satu tahun ajaran.

Di PAUD, waktu yang dialokasikan untuk anak usia 3 hingga 4 tahun minimal 360 menit per minggu. Sedangkan untuk anak usia 4 hingga 6 tahun, waktu pembelajaran minimal 900 menit per minggu. 

Jadi tidak ada batasan waktu yang ditentukan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila. Satuan pendidikan diharapkan bisa mengatur alokasi waktu dengan baik. Hal tersebut tentu punya tujuan seperti mencapai Capaian Pembelajaran dan juga melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Struktur Kurikulum Merdeka SD SMP SMA & MI MTS MA

Struktur Kurikulum pada Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

a. Untuk SD/MI/sederajat, muatan pembelajaran dapat disusun menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik. Capaian pembelajaran dibagi menjadi tiga fase, yaitu Fase A untuk kelas I dan II, Fase B untuk kelas III dan IV, dan Fase C untuk kelas V dan VI.

b. Untuk SMP/MTs/sederajat, capaian pembelajaran terdiri dari satu fase, yaitu Fase D untuk kelas VII, VIII, dan IX.

c. Pada SMA/MA/sederajat, mata pelajaran yang tercantum dalam struktur kurikulum kelas X bersifat wajib untuk semua siswa. Sedangkan pemilihan mata pelajaran dilakukan pada kelas XI dan XII. Capaian pembelajaran terdiri dari dua fase, yaitu Fase E untuk kelas X dan Fase F untuk kelas XI dan XII.

Struktur Kurikulum Merdeka SMK/MAK

Kurikulum SMK/MAK terdiri dari pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Dalam struktur kurikulum ini, beban belajar untuk setiap mata pelajaran diatur dalam jam pelajaran (JP) tahunan.

Dengan demikian, satuan pendidikan dapat mengatur pembelajaran secara fleksibel menggunakan sistem blok, di mana alokasi waktu setiap minggunya tidak selalu sama dalam satu tahun.

Struktur Kurikulum Merdeka SDLB SMPLB SMALB

Struktur kurikulum Merdeka SDLB SMPLB SMALB terdiri dari 2 bagian, yaitu:

1. Pembelajaran intrakurikuler: Bagian ini mencakup mata pelajaran yang diajarkan secara langsung kepada peserta didik. Mata pelajaran ini disesuaikan dengan kebutuhan khusus peserta didik, baik itu hambatan intelektual murni maupun hambatan intelektual dengan hambatan penyerta lainnya.

2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila: Bagian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik. Melalui projek ini, peserta didik diajak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Struktur kurikulum Merdeka SDLB SMPLB SMALB mengacu pada kebutuhan khusus peserta didik dengan hambatan intelektual. Namun, bagi peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual, mereka dapat menggunakan struktur kurikulum umum yang telah disesuaikan dengan karakteristik mereka.

Struktur kurikulum pendidikan kesetaraan terdiri dari dua kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok umum dan kelompok pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila.

Kelompok umum mencakup mata pelajaran yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan harus diajarkan kepada semua peserta didik sesuai dengan jenjang pendidikan formal.

Sementara itu, kelompok pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil Pelajar Pancasila mencakup keterampilan okupasional, fungsional, vokasional, sikap dan kepribadian profesional, serta jiwa wirausaha mandiri yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pendidikan kesetaraan serta berbasis profil pelajar Pancasila.

Muatan belajar dalam program pendidikan kesetaraan diukur dengan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang menunjukkan bobot kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran, baik melalui tatap muka, praktek keterampilan, dan/atau kegiatan mandiri.

Satu SKK dapat dicapai melalui pembelajaran selama 1 jam tatap muka, 2 jam tutorial, 3 jam mandiri, atau kombinasi proporsional dari ketiganya. Durasi 1 jam tatap muka adalah 35 menit untuk Program Paket A, 40 menit untuk Program Paket B, dan 45 menit untuk Program Paket C.

Untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik dan benar sesuai struktur, guru dapat menggunakan berbagai bahan ajar, metode pembelajaran, dan teknologi LMS seperti Jelajah Ilmu. Jelajah Ilmu adalah platform LMS terbaik dan lengkap yang dapat membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar, terutama dalam penerapan Kurikulum Merdeka.

Guru dapat memanfaatkan fitur-fitur canggih yang tersedia di Jelajah Ilmu, seperti Tugas, Kelas, Lembar Ujian, Ruang Obrolan, Materi Ajar, dan Laporan.

Struktur Per Jenjang

Pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka diatur berdasarkan jenjang, yaitu PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.

Struktur Kurikulum PAUD


Struktur Kurikulum SD/MI


Struktur Kurikulum SMP/MTs


Struktur Kurikulum SMA/MA

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar